Resume Kuliah Pengantar Manajemen (Part 5) - Merancang Organisasi Adaptif
Tidak bosan-bosan kita membahas kuliah pengantar manajemen mulai part 1, 2, 3, 4, dan kali ini kita akan membahas lanjutannya yaitu part 5 mengenai 'Merancang Organisasi Adaptif' yang tentu disampaikan oleh Prof. Dr. Dedi Purwana E.S., M.Bus. selaku dosen di Universitas Negeri Jakarta. Seperti biasa bagi yang belum membaca part 1, 2, 3, dan 4 klik link di bawah
Part 1 -> https://welowel.blogspot.com/2022/09/resume-kuliah-pengantar-manajemen-part.html
Part 2 -> https://welowel.blogspot.com/2022/09/resume-kuliah-pengantar-manajemen-part_20.html
Part 3 -> https://welowel.blogspot.com/2022/09/resume-kuliah-pengantar-manajemen-part_27.html
Part 4 -> https://welowel.blogspot.com/2022/10/resume-kuliah-pengantar-manajemen-part.html
PENGORGANISASIAN
Organisasi adalah penyebaran sumber daya untuk mencapai tujuan strategis. Hal ini tercermin dalam pembagian kerja menjadi departemen dan pekerja tertentu, garis wewenang formal, dan mekanisme untuk mengkoordinasikan berbagai tugas organisasi. Merancang organisasi adaptif dengan memperhatikan prinsip dan konsep pengorganisasian, mengatur struktur vertikal, menggunakan mekanisme untuk koordinasi horizontal, dan menyesuaikan berbagai elemen desain struktural dengan situasi organisasi.
STRUKTUR ORGANISASI
Mendefinisikan Bagaimana tugas dibagi, sumber daya dikerahkan, dan departemen dikoordinasikan. Dengan serangkaian tugas formal yang ditetapkan hubungan pelaporan formal, dan desain sistem untuk memastikan koordinasi yang efektif dari karyawan di seluruh departemen. Bagan organisasi, yaitu representasi visual, set tugas formal, kerangka untuk kontroversial, dan hubungan pelaporan formal.
SPESIALISASI KERJA
Tugas dibagi menjadi pekerjaan individu, karyawan hanya melakukan tugas yang relevan dengan fungsi khusus mereka, dan pekerjaan cenderung kecil tetapi dapat dilakukan secara efisien. Rantai komando yaitu garis wewenang yang tidak terputus yang menghubungkan semua orang dalam suatu organisasi dan menunjukkan siapa melapor kepada siapa, serta terkait dengan dua prinsip dasar yaitu kesatuan komando dan prinsip skalar.
OTORITAS
Hak formal dan sah seorang manajer untuk membuat keputusan dan mengeluarkan perintah mengalokasikan sumber daya untuk mencapai hasil yang diinginkan secara organisasi. Otoritas dibedakan menjadi tiga karakteristik, yaitu otoritas diberikan pada posisi organisasi bukan orang wewenang diterima oleh bawahan, dan otoritas mengalir ke bawah hierarki vertikal. Otoritas Lini merupakan individu dalam posisi manajemen memiliki kekuatan formal untuk mengarahkan dan mengendalikan bawahan langsung. Sedangkan otoritas staff diberikan kepada staf spesialis di bidang keahliannya. TANGGUNG JAWAB, melakukan tugas atau aktivitas yang diberikan kepada karyawan dan manajer Diberi wewenang yang sepadan dengan tanggung jawab.
AKUNTABILITAS
Mekanisme dimana wewenang dan tanggung jawab diselaraskan, orang-orang tunduk pada pelaporan dan pembenaran hasil tugas kepada mereka yang berada di atas mereka Dalam rantai komando, dan dapat dibangun ke dalam struktur organisasi.
DELEGASI
Manajer proses gunakan untuk mentransfer wewenang dan tanggung jawab dan organisasi mendorong manajer untuk mendelegasikan wewenang ke tingkat rendah mungkin.
RENTANG MANAJEMEN/ KENDALI
Jumlah karyawan yang melaporkan supervisor: Pandangan Tradisional -> tujuh bawahan permanager dan Organisasi Ramping Hari Ini: 30 lebih bawahan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kurangnya keterlibatan supervisor, yaitu pekerjaan stabil dan rutin, bawahan melakukan tugas pekerjaan serupa, bawahan terkonsentrasi di satu lokasi, bawahan sangat terlatih, aturan dan prosedur yang menentukan aktivitas tugas tersedia, sistem pendukung dan personal tersedia untuk manajer, sedikit waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan non supervisory serta preferensi dan gaya manajer menyukai rentang yang besar.
STRUKTUR TINGGI VS STRUKTUR DATAR
Rentang kontrol yang digunakan dalam suatu organisasi menentukan apakah strukturnya tinggi atau datar. Struktur tinggi memiliki rentang yang sempit dan tingkat yang lebih hirarki sedangkan struktur datar memiliki rentang yang lebar, tersebar secara horizontal, dan tingkat hierarki yang lebih sedikit. Trennya mengarah pada rentang kendali yang lebih luas.
SENTRALISASI VS DESENTRALISASI
Perubahan yang lebih besar dan ketidakpastian dalam lingkungan biasanya dikaitkan dengan desentralisasi. Jumlah sentralisasi atau desentralisasi harus sesuai dengan strategi perusahaan. Pada saat krisis atau risiko kegagalan perusahaan, otoritas mungkin terpusat di atas.
DEPARTEMENTALISASI DASAR
Di mana individu dikelompokkan ke dalam berbagai departemen. Pendekatan Fungsional Vertikal -> orang-orang dikelompokkan bersama dalam Departemen berdasarkan keterampilan umum. Pendekatan Divisi -> dikelompokkan bersama berdasarkan produk, program, atau wilayah geografis yang sama. Pendekatan Matriks Horizontal -> rantai komando fungsional dan divisi dan beberapa karyawan melaporkan dua Bos. Pendekatan Berbasis Tim -> dibuat untuk menyelesaikan tugas tertentu. Pendekatan Jaringan -> pusat kecil dan terhubung secara elektronik ke organisasi lain yang menjalankan fungsi vital serta departemen bersifat independen dan dapat ditempatkan di mana saja. Pendekatan Virtual -> menyatukan orang sementara waktu untuk memanfaatkan peluang tertentu kemudian bubar.
PENDEKATAN FUNGSIONAL VERTIKAL
Pengelompokan posisi ke dalam Departemen berdasarkan keterampilan keahlian dan penggunaan sumber daya yang serupa. Dengan informasi mengalir ke atas dan ke bawah, rantai komando berkumpul di atas, manajer dan karyawan cocok karena pelatihan dan keahlian yang serupa, serta aturan dan prosedur yang mengatur tugas dan tanggung jawab.
STRUKTUR DIVISI
Keuntungannya: penggunaan sumber daya secara efisien, pengembangan spesialisasi keterampilan, kontrol manajemen puncak, koordinasi yang sangat baik, serta pemecahan masalah teknis yang berkualitas. Sedangkan kekurangannya: komunikasi yang buruk, respon yang lambat terhadap perubahan eksternal, keputusan terkonsentrasi di atas, serta pandangan terbatas tentang tujuan organisasi oleh karyawan.
MATRIKS HORIZONTAL
Keuntungannya: penggunaan sumber daya yang lebih efisien daripada hirarki tunggal, beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, pengembangan keterampilan manajemen umum dan spesialis, keahlian tersedia untuk semua divisi, serta tugas yang diperbesar untuk karyawan.
TIM
Keuntungannya: keuntungan yang sama seperti struktur fungsional, pengurangan hambatan antar departemen, waktu respon lebih cepat, serta mengurangi biaya administrasi. Sedangkan kekurangannya: loyalitas ganda dan konflik, waktu dan sumber daya yang dihabiskan untuk rapat, serta desentralisasi yang tidak direncanakan.
PENDEKATAN JARINGAN
Keuntungannya: daya saing global, fleksibilitas tenaga kerja, serta mengurangi biaya administrasi.
GUGUS TUGAS, TIM, & MANAJEMEN PROYEK
Gugus tugas yaitu tim sementara yang dirancang untuk memecahkan masalah jangka pendek yang melibatkan beberapa departemen. Manajer proyek yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan kegiatan beberapa Departemen secara penuh waktu untuk menyelesaikan proyek tertentu.
REKAYASA ULANG
Desain ulang radikal proses bisnis untuk mencapai peningkatan signifikan dalam biaya, kualitas, layanan, dan kecepatan. Dengan proses kelompok terorganisir dari tugas dan aktivitas terkait yang bekerja sama untuk mengubah input menjadi output dan menciptakan nilai.
FAKTOR PEMBENTUKAN STRUKTUR
Mengikuti strategi, mencerminkan lingkungan, serta sesuai dengan teknologi baik layanan maupun digital.
Demikian poin-poin penting yang dapat kita ambil dari pembelajaran kuliah pengantar manajemen mengenai merancang organisasi adaptif. Semoga bermanfaat! Bagi kalian yang ingin tahu lebih dalam mengenai kewirausahaan, UMKM, dan lainnya yang berhubungan kunjungi -> https://www.duniakampus40.net/
Penulis : Aurellia Fitrista Maharani
Sumber : https://youtu.be/4De2P0E7MF4




Komentar
Posting Komentar